Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2012

Tentang DOA dan keterkabulan-nya



Do’a merupakan suatu perbuatan atau tindakan untuk melakukan komunikasi dengan Allah Swt  atau Yang Maha Suci yang dilakukan disetiap waktu. Do’a merupakan tindakan pribadi atau bersama dengan berbagai cara. Do’a merupakan suatu percakapan, jalinan persahabatan dengan Yang Maha Kuasa.
Setiap kita mempunyai permasalahan, biasanya kita akan mengkomunikasannya dengan orang lain yang kita percayai dapat menyelsaikan masalah kita. Biasanya setelah kita melakukan komunikasi tersebut, beban kita akan berkurang dan bahkan ada yang selesai masalahnya. Dengan komunikasi ini beban hidup akan menjadi berkurang.
Komunikasi antar manusia biasa disebut dengan interpersonal communication, maka komunikasi dengan Allah Swt disebut dengan trancendental communcation atau biasa disebut dengan do’a.
Kalau kita ber do’a kepada Allah swt, maka kita telah melakukan komunikasi dengan Allah Swt  untuk mengadukan pemasalahan kita kepada-Nya
Dalam Islam Allah swt sangat mencintai orang-orang yang rajin bedo’a kepada-Nya sebagaimana disebut dalam hadist “Mintalah anugrah kepada Allah. Sesungguhnya Allah senang untuk diminta” (H.R.Tirmidzi) dan Allah saat murka kepada orang yang tak berdo’a kepada-Nya sebagaimana disebut dalam hadist “Barangsiapa yang tidak berdo’a kapada Allah, maka murka Allah kepadanya.” (H.R.Tirmidzi)
Agar do’a kita dikabulkan oleh Allah swt. maka perlu kita perhatikan beberapa hal sbb:
1. Awali do’a dengan Asmaul Husna
Dalam A-Qur’an disebutkan dalam surat Al-A’raf 7:180 “Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan.”
2. Ucapkan dengan kalimat Tauhid
Setelah membacakan Asmaul Husna, maka kita membacakan Kalimah Tauhid sebagai pernyatan dan ekspresi kita kepada Allah yang Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha Pengasih dan tiada sekutu bagi-Nya.
3. Berdo’a dengan prasangka baik
Dalam berdo’a, kita harus berprasangka baik kepada Allah, bahwa Dia akan selalu mengabulkan do’a kita.
4. Berdo’a dengan hati yang sungguh-sungguh
Allah akan mengabulkan do’a dari hati yang bersih dan sungguh-sungguh. Allah tidak akan mengabulkan do’a orang yang tidak bersungguh-sungguh atau setengah hati dalam memohon do’anya.
5. Berdo’a lah dengan kerendahan hati
Dalam berdo’a kita harus merendahkan hati di hadapan Allah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tinggi hati atau sombong. Buanglah kesombongan yang ada dalam diri kita agar Allah mendengar permohona kita.
6. Berdo’a lah dengan permintaan yang jelas
Kita harus meminta kepada Allah dengan permintaan yang jelas dan terfokus. Kalau kita memintakan sesuatu kepada Allah, maka sebutkan permintaan itu dengan jelas, kalau perlu sebutkan dengan spesifik.
7. Manfaatkan waktu-waktu yang baik
Do’a itu dapat dilakukan kapan dan dimanapun, tapi coba kita manfaatkan untuk berdo’a di waktu-waktu yang do’a kita lebih didengar oleh Allah swt.
a. Sepertiga malam
“Rasullah saw. bersabda: Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam akhir. Maka Allah berfirman: Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, pasti Aku kabulkan, dan barangsiapa yang memohon kepada-Ku, pasti Aku beri, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni.” (H.R.Bukhar, Muslim, Tirmidzi)
b. Tengah malam dan setelah shlat fardhu
“Rasulullah saw. pernah ditanya. ‘Wahai Rasullah, kapankah do’a yang paling didengar Allah?’ Rasullah saw. menjawab: ‘Do’a ditengah malam dan do’a setelah shalat fardhu.” (H.R.Tirmidzi)
c. Pada saat lapang
“Rasullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa yang menginginkan do’anya dipenuhi Allah ketika ia dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak do’a diwaktu lapang.” (H.R.Tirmidzi & Hakim)
d. Ketika sujud
“Rasullah saw. bersabda: ‘Jarak yang paling dekat antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah do’a ketika sujud.” (H.R.Muslim)
e. Pada hari Jum’at
“Rasullah saw. bersabda: ‘Pada hari Jum’at itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim shalat sambil meminta sesuatu kepada Allah swt, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta.” (H.R.Muttafaq ‘Alaih)
f. Anatar adzan dan iqamah
“Rasullah saw. bersabda: ‘Do’a antar adzan dan iqamat tidak akan ditolak.” (H.R.Tirmidzi)
g. Pada hari Arafah
Rasullah saw. bersabda “Alhajju ‘Arafah” yang artinya “puncak ibadah itu wukuf di Arafah”
Perbanyaklah do’a ketika wukuf di Arafah karenaitu merupakan waktu dan tempat terbaik untuk berdo’a.

Yaa Tuhan, Gilakah Hamba ini ?


Wahai saudaraku diamlah sejenak,  mari kita coba merenung dan bertafakur, dalam keheningan ini, dimana kedamaian dan ketentraman hidup masih berselimut erat dan masih bersahabat dengan kehidupan kita, ini adalah suatu anungerah yang sungguh luar biasa, tidak ada yang bisa menggantikan itu semua walaupun ditukar dengan dunia dan seisinya, karena kedamaian dan ketentraman hidup tetap tak ternilai harganya..
Kita hidup dimuka bumi dengan segala keindahan yang ada, lalu kita bernafas tanpa batas, dan memandang isi keelokan dunia yang menawan dengan dua bola mata yang melekat erat didalam wajah kita, tapi pernahkah kita berfikir dan merenung sejenak, bagaimana kalau misal nafas kita tiba-tiba berhenti? Dan bola mata yang melekat erat didalam wajah kita tidak berfungsi? Maka saat itulah kenikmatan dan keindahan dunia telah berakhir.

Renungkan wahai saudaraku!

Siapa dibalik itu semua? Siapa yang membuat skenario dasyat itu? Lalu Siapa yang membuat nikmat yang begitu menakjubkan itu?

Pernahkan kita mengingatNya ? lalu bersyukur kepadaNya ? Atas segala karunia yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita ? pernahkah…???

Orang normal dengan menggunakan akal dan pikirannya pasti berterima kasih kepada yang memberi, tapi alangkah ajaibnya kenikmatan itu semua tertutup dengan baju keangkuhan kita? Sungguh ajaib sekali bagaimana mungkin Tuhan kita lupakan? padalah kita adalah makhluk ciptaanNya dan dan pasti kembali kepadaNya.
Dalam keadaan sehatpun kita lupa, dan didalam ibadahpun kita juga lupa, Bagaimana kalau  kita tergeletak tidak berdaya diatas ranjang ditemani dengan kesunyian lalu malakait pencabut nyawa mengunjungi kita dalam keadaan lupa?
Mari kita koreksi kedalam, ketika kita sebut asma agungNya Allahu Akbar, Allahussomad, Allahu Kholaqossamawaa Ti Wal Ard adakah getaran yang membekas didalam hati kita? ataukah hanya sekedar ucapan seremonial saja?
Ingat bukti nyata seorang hamba yang sejati
“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Ar-Rahman, mereka tersungkur dalam keadaan sujud dan menangis.” (Maryam: 58)
Tapi bagaimana dengan kita?
Apakah kalimat agung itu bisa menimbulkan frekwensi sehingga dapat menggetarkan jiwa kita? atau sebatas angin lalu? kalau memang belum ada getaran didalam jiwa kita sementara kita nol tidak ada apa-apanya.

Yaa Tuhan, Gilakah diriku ini?

Kusebut asmaMu tapi lupa, Kuingat asmaMu hanya sebatas angin lalu, dan kusembah Dikau tapi penuh dengan kesombongan..
Yaa Allah… Yaa Tuhan kami, ternyata aku memang gila! ternyata aku buta! Karena aku tidak tahu dengan Engkau.
Sungguh pembohong besar diri ini!
Yaa Rohman Yaa Rohim, dimanakah Engkau? Tunjukkan jalanMu untuk mengenal diriMu?
Hamba yang gila dan buta tidak tahu harus mencari kemana?
Terimalah doaku …

“Sucikanlah rohku, bersihkanlah hatiku, agar aku tahu dimana aku bisa menemukanMu”

(Al Fakir yang Hina)

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT




“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah swt berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Template by : kendhin x-template.blogspot.com